Rekonstruksi Pendidikan Karakter di Era Generative AI: Analisi Konseptual tentang Human Agency, Etika Digital, dan Tanggung Jawab Moral Peserta Didik
Keywords:
Pendidikan Karakter, Generative AI, Human Agency, Etika Digital, Tanggung Jawab Moral, Pendidikan IslamAbstract
Perkembangan Generative Artificial Intelligence (GenAI) telah mengubah pola peserta didik dalam memperoleh informasi, membangun pengetahuan, dan menyelesaikan tugas akademik, sekaligus menghadirkan persoalan baru terkait integritas, otonomi, etika, dan tanggung jawab moral. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya rekonstruksi pendidikan karakter agar tidak hanya berorientasi pada internalisasi nilai, tetapi juga mampu membentuk kapasitas peserta didik dalam mengambil keputusan etis di tengah interaksi dengan teknologi kecerdasan buatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara konseptual rekonstruksi pendidikan karakter di era GenAI melalui integrasi human agency, etika digital, dan tanggung jawab moral peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui analisis kritis dan sintesis konseptual terhadap literatur ilmiah yang relevan dengan pendidikan karakter, etika AI, human agency, integritas akademik, dan pendidikan Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa human agency berfungsi sebagai kapasitas peserta didik untuk mengendalikan penggunaan AI, etika digital menjadi orientasi nilai dalam penggunaan teknologi, sedangkan tanggung jawab moral menegaskan kewajiban mempertanggungjawabkan keputusan dan konsekuensi penggunaan GenAI. Ketiga dimensi tersebut membentuk kerangka karakter yang menempatkan manusia sebagai subjek moral dalam relasi manusia–AI. Dalam perspektif pendidikan Islam, kerangka tersebut dapat diperkuat melalui nilai ṣidq, amanah, mas’ūliyyah, ‘adl, dan maslahah. Rekonstruksi ini memberikan landasan konseptual bagi pengembangan pendidikan karakter yang kritis, etis, reflektif, dan bertanggung jawab di era GenAI.





