Rekonstruksi Akhlak Digital di Era Generative AI: Integrasi Human Agency, Etika Digital, dan Tanggung Jawab Moral dalam Pendidikan Islam
Keywords:
Akhlak Digital, Generative AI, Pendidikan IslamAbstract
Perkembangan Generative Artificial Intelligence (GenAI) menghadirkan perubahan mendasar dalam praktik pendidikan sekaligus menimbulkan persoalan baru terkait integritas, otonomi, etika, dan tanggung jawab moral peserta didik. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep akhlak digital dalam pendidikan Islam melalui integrasi human agency, etika digital, dan tanggung jawab moral di era GenAI. Penelitian ini menjawab tiga fokus pertanyaan, yaitu: (1) bagaimana perkembangan GenAI mengubah konteks pembentukan akhlak peserta didik; (2) bagaimana human agency, etika digital, dan tanggung jawab moral dapat diintegrasikan dalam pendidikan Islam; dan (3) bagaimana konstruksi konseptual akhlak digital yang relevan dengan penggunaan GenAI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui analisis kritis dan sintesis konseptual terhadap literatur ilmiah mengenai GenAI, pendidikan karakter, etika digital, human agency, tanggung jawab moral, dan pendidikan Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa akhlak digital perlu diposisikan sebagai aktualisasi nilai ṣidq, amānah, tabayyun, mas’ūliyyah, ‘adl, dan maslahah dalam relasi manusia dengan GenAI. Rekonstruksi konseptual menghasilkan alur Nilai Akhlak Islam AI Moral Literacy Human Agency Ethical Digital Judgment Responsible Decision Moral Accountability Akhlak Digital Responsible GenAI Use. Kesimpulannya, delegasi aktivitas kognitif kepada GenAI tidak berarti delegasi tanggung jawab moral kepada AI. Pendidikan Islam perlu mengembangkan kompetensi teknologi sekaligus agensi dan akhlak peserta didik agar pemanfaatan GenAI berlangsung kritis, etis, dan bertanggung jawab.





