Rekonstruksi Pendidikan Karakter Islami di Era Generative Artificial Intelligence: Tinjauan Tentang Integritas Akademik, Etika Digital, dan Humanisasi Pembelajaran
Keywords:
Generative Artificial Intelligence, Pendidikan Karakter Islami, Integritas Akademik, Etika Digital, Humanisasi PembelajaranAbstract
Perkembangan Generative Artificial Intelligence (GenAI) dalam pendidikan menghadirkan peluang untuk meningkatkan akses, efisiensi, dan personalisasi pembelajaran, tetapi sekaligus menimbulkan persoalan terkait integritas akademik, etika digital, dan berkurangnya peran manusia dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan merekonstruksi pendidikan karakter Islami di era GenAI melalui integrasi tiga dimensi utama, yaitu integritas akademik, etika digital, dan humanisasi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelusuran dan seleksi literatur ilmiah yang relevan dengan GenAI, pendidikan karakter Islami, integritas akademik, etika digital, dan pembelajaran berpusat pada manusia. Proses kajian dilakukan secara sistematis dengan mengacu pada prinsip transparansi PRISMA 2020 dan dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, hubungan konsep, serta implikasi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas akademik perlu direkonstruksi melalui nilai kejujuran (ṣidq), amanah, tanggung jawab, orisinalitas, dan transparansi penggunaan AI. Etika digital diarahkan pada tanggung jawab, keadilan, privasi, verifikasi informasi, dan kemaslahatan, sedangkan humanisasi pembelajaran menekankan agensi, berpikir kritis, kreativitas, refleksi, dan relasi pedagogis. Ketiga dimensi tersebut membentuk kerangka integratif yang menempatkan AI sebagai alat pendukung, bukan pengganti manusia. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendidikan karakter Islami yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap berlandaskan nilai moral dan kemanusiaan





